Artikel ini ditulis oleh: M. Jarim, mahasiswa program
studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin, UNIDA Gontor, tahun 2019.
Ada seseorang orang alim ulama yang bernama
Abu Al-Qasim Al-Nisaburiy ia pernah berkata. “Ilmu-ilmu Al-Qur’an yang paling
mulia, ada banyak salah satunya adalah mengenai nuzulnya. Tempat dan
urutan (ayat) yang turun di Mekah dan Madinah, ayat Al-Qur’an yang turun di
Mekah hukumnya Makiyah, sedangkan ayat Al-Qur’an yang di turunkan di Madinah
hukumnya Madaniyah. Sebagaian telah di jelaskan bahwa Al-Qur’an sampai
kepada umat islam dan pertama kali diturunkan kepada nabi Muhammad s.a.w.
melalui sebuah proses yang panjang yaitu dengan proses nuzul. Namun perlu kita
ketahui bahwa ayat-ayat tersebut dinizulkan berdasarkan wilayah Makkah dan
sekitarnya, baik sebelum maupun sesudah hijrah; di wilayah Madinah dan
sekitarnya; didalam perjalanan, diwaktu pagi, siang, bahkan malam. untuk lebih
mengetahui ayat-ayat tersebut, maka salah satu Ilmu untuk mengetahui hal ini,
yakni ilmu al-makiy wa al-madaniy.
Maka dari itu kita harus mengenal lebih dekat
tentang definisi Makkiyah dan Madaniyah. Dalam hubungan ini, setidaknya ada tiga
definisi (ta’rif) yang mana definisi ini sering dikemukakan oleh pakarnya,
yaitu:
1. Makkiyah adalah
ayat-ayat Al-Qur’an yang diturunkan sebelum hijrah. Sedangkan Madaniyah adalah
ayat-ayat Al-Qur’an yang diturunkan sesudah hijrah.
2. Makkiyah adalah
ayat-ayat Al-Qur’an yang diturunkan di Mekah sekalipun turunnya ayat itu
sesudah hijrah. Sedangkan Madaniyah adalah ayat-ayat Al-Qur’an yang diturunkan
di Madinah.
3. Makkiyah adalah
ayat-ayat Al-Qur’an yang khitab-nya ditunjukkan kepada penduduk Mekah.
Sedangkan Madaniah adalah ayat-ayat Al-Qur’an yang khitab-nya ditunjukan kepada
penduduk Madinah.
Ada semacam isyarat-isyarat yang bisa di
tangkap untuk membedakan ayat Makkiyah dan Madaniyah. Isyarat-isyarat yang bisa
disebut dhawabith itu adalah sebagai berkut.
Ciri-ciri surah makkiyah
1. Setiap surah
yang didalamnya terdapat ayat sajdah.
2. Terdapat kata kalla
(كلا) disebagian besar atau seluruh ayatnya.
3. Diawali huruf tahajji
seperti qaf (ق), nun (ن), dan ha mim (حم).
4. Didalam nya
terdapat kisah Adam dan iblis (kecuali surah Al-Baqarah).
5. Didalamnya
terdapat kisah para nabi dan umat-umat terdahulu.
6. Didalamnya terdapat
khitbah (seruan) kepada manusia (wahai semua manusia..)
7. Menyeru dengan
kalimat “Anak Adam”
8. Isinya memberi
penekanan pada masalah aqidah.
9. Ayatnya
pendek-pendek.
Ciri-ciri surah Madaniyah
1. Setiap surah
yang didalam nyaterdapat penjelasan tentang kewajiban dan had.
2. Terdapat
kalimat “wahai orang-orang yang beriman” pada ayat-ayatnya.
3. Terdapat
hukum-hukum faraidh, hudud, qishash, dan jihad didalamnya.
4. Didalamnya
menyebutkan “orang-orang munafik” (kecuali Al-Ankabut).
5. Memuat bantahan
terhadap Ahlu Al-Kitab (Yahudi dan Nasrani).
6. Ayatnya
panjang-panjang.
keistimewaan surah Makkiyah diantaranya
adalah:
1. Pembekalan
aqidah Islam dalam jiwa melalui ajakan beribadah (penyembahan) kepada Allah
yang Esa. Dan beriman kepada Risalah nabi Muhammad Saw.
2. Penetapan
dasar-dasar ibadah dan mu’amalah (pidana), etika, dan keutamaan-keutamaan umum.
3. Perhatian
terhadap rincian kisah-kisah para nabi dan umat-umatnya terdahulu.
keistimewaan surah Madaniyah diantaranya
adalah:
1. Al-Qur’an
berbicara kepada masyarakat Madinah, pada umumnya berisi tentang penetapan
hukum syari’ah, ibadah dan mu’amalah, sanksi-sanksi dan kewajiban-kewajiban,
dan lain-lain.
2. Mengungkapkan
sifat-sifat kejahatan orang-orang munafik dan menguak rahasia mereka.
3. Mengungkapkan
semua kelicikan Ahlu Kitab yahudi dan Nasrani dan juga membeberkan rahasia
mereka dan melemahkan kepercayaan mereka.
Refrensi Artikel:
1. Mabahits fi ‘Ulum Al-Qur’an, karya Manna’l
Al-Qathathan, Maktabah Wahbah, Kairo.
2. Uluml Qur’an,
karya Drs. Supiana, M. Ag. Dkk, Pustaka Islamika. Bandung.
3. Ulumul Qur’an,
karya Dr. Fahd Bin Abdurrahman Ar-Rumi. Aswaja Pressindo. Yogyakarta.
4. Ulumul Qur’an,
karya Dr. Acep Hermawan, M. Ag. Remaja Rosdakarya. Bandung.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar