Senin, 23 September 2019

makkiyah dan madaniyah



Artikel ini ditulis oleh: M. Jarim, mahasiswa program studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin, UNIDA Gontor, tahun 2019.

Ada seseorang orang alim ulama yang bernama Abu Al-Qasim Al-Nisaburiy ia pernah berkata. “Ilmu-ilmu Al-Qur’an yang paling mulia, ada banyak salah satunya adalah mengenai nuzulnya. Tempat dan urutan (ayat) yang turun di Mekah dan Madinah, ayat Al-Qur’an yang turun di Mekah hukumnya Makiyah, sedangkan ayat Al-Qur’an yang di turunkan di Madinah hukumnya Madaniyah. Sebagaian telah di jelaskan bahwa Al-Qur’an sampai kepada umat islam dan pertama kali diturunkan kepada nabi Muhammad s.a.w. melalui sebuah proses yang panjang yaitu dengan proses nuzul. Namun perlu kita ketahui bahwa ayat-ayat tersebut dinizulkan berdasarkan wilayah Makkah dan sekitarnya, baik sebelum maupun sesudah hijrah; di wilayah Madinah dan sekitarnya; didalam perjalanan, diwaktu pagi, siang, bahkan malam. untuk lebih mengetahui ayat-ayat tersebut, maka salah satu Ilmu untuk mengetahui hal ini, yakni ilmu al-makiy wa al-madaniy.
Maka dari itu kita harus mengenal lebih dekat tentang definisi Makkiyah dan Madaniyah. Dalam hubungan ini, setidaknya ada tiga definisi (ta’rif) yang mana definisi ini sering dikemukakan oleh pakarnya, yaitu:
1.      Makkiyah adalah ayat-ayat Al-Qur’an yang diturunkan sebelum hijrah. Sedangkan Madaniyah adalah ayat-ayat Al-Qur’an yang diturunkan sesudah hijrah.
2.      Makkiyah adalah ayat-ayat Al-Qur’an yang diturunkan di Mekah sekalipun turunnya ayat itu sesudah hijrah. Sedangkan Madaniyah adalah ayat-ayat Al-Qur’an yang diturunkan di Madinah.
3.      Makkiyah adalah ayat-ayat Al-Qur’an yang khitab-nya ditunjukkan kepada penduduk Mekah. Sedangkan Madaniah adalah ayat-ayat Al-Qur’an yang khitab-nya ditunjukan kepada penduduk Madinah.
Ada semacam isyarat-isyarat yang bisa di tangkap untuk membedakan ayat Makkiyah dan Madaniyah. Isyarat-isyarat yang bisa disebut dhawabith itu adalah sebagai berkut.
Ciri-ciri surah makkiyah
1.      Setiap surah yang didalamnya terdapat ayat sajdah.
2.      Terdapat kata kalla (كلا) disebagian besar atau seluruh ayatnya.
3.      Diawali huruf tahajji seperti qaf  (ق), nun (ن), dan ha mim (حم).
4.      Didalam nya terdapat kisah Adam dan iblis (kecuali surah Al-Baqarah).
5.      Didalamnya terdapat kisah para nabi dan umat-umat terdahulu.
6.      Didalamnya terdapat khitbah (seruan) kepada manusia (wahai semua manusia..)
7.      Menyeru dengan kalimat “Anak Adam”
8.      Isinya memberi penekanan pada masalah aqidah.
9.      Ayatnya pendek-pendek.
Ciri-ciri surah Madaniyah
1.      Setiap surah yang didalam nyaterdapat penjelasan tentang kewajiban dan had.
2.      Terdapat kalimat “wahai orang-orang yang beriman” pada ayat-ayatnya.
3.      Terdapat hukum-hukum faraidh, hudud, qishash, dan jihad didalamnya.
4.      Didalamnya menyebutkan “orang-orang munafik” (kecuali Al-Ankabut).
5.      Memuat bantahan terhadap Ahlu Al-Kitab (Yahudi dan Nasrani).
6.      Ayatnya panjang-panjang.
keistimewaan surah Makkiyah diantaranya adalah:
1.      Pembekalan aqidah Islam dalam jiwa melalui ajakan beribadah (penyembahan) kepada Allah yang Esa. Dan beriman kepada Risalah nabi Muhammad Saw.
2.      Penetapan dasar-dasar ibadah dan mu’amalah (pidana), etika, dan keutamaan-keutamaan umum.
3.      Perhatian terhadap rincian kisah-kisah para nabi dan umat-umatnya terdahulu.
keistimewaan surah Madaniyah diantaranya adalah:
1.      Al-Qur’an berbicara kepada masyarakat Madinah, pada umumnya berisi tentang penetapan hukum syari’ah, ibadah dan mu’amalah, sanksi-sanksi dan kewajiban-kewajiban, dan lain-lain.
2.      Mengungkapkan sifat-sifat kejahatan orang-orang munafik dan menguak rahasia mereka.
3.      Mengungkapkan semua kelicikan Ahlu Kitab yahudi dan Nasrani dan juga membeberkan rahasia mereka dan melemahkan kepercayaan mereka.

Refrensi Artikel:
1.       Mabahits fi ‘Ulum Al-Qur’an, karya Manna’l Al-Qathathan, Maktabah Wahbah, Kairo.
2.      Uluml Qur’an, karya Drs. Supiana, M. Ag. Dkk, Pustaka Islamika. Bandung.
3.      Ulumul Qur’an, karya Dr. Fahd Bin Abdurrahman Ar-Rumi. Aswaja Pressindo. Yogyakarta.
4.      Ulumul Qur’an, karya Dr. Acep Hermawan, M. Ag. Remaja Rosdakarya. Bandung.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

kitab tafsir al-Qurtuby

Contoh kitab Tafsir dan MetodologiPenulisannya Artikel ini ditulis oleh: M. jarim, mahasiswa program studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir, ...