Artikel ini ditulis oleh: M. jarim, mahasiswa program studi Ilmu
Al-Qur’an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin, UNIDA Gontor 2020.
Manusia
Manusia
Sebagai Makhluk Sosial – Pengertian, Individu Dan Contoh – Manusia atau orang dapat diartikan
berbeda dalam hal istilah biologi, spiritual, dan budaya, atau campuran. Secara
biologis, manusia diklasifikasikan sebagai Homo sapiens, sebuah spesies primata
dari mamalia yang mencakup otak sangat mampu. Dalam hal kerohanian, mereka
dijelaskan menggunakan konsep jiwa yang bervariasi di mana, dalam agama,
dimengerti dalam hubungannya dengan kekuatan Tuhan atau makhluk hidup; dalam
mitos, mereka juga seringkali dibandingkan dengan ras lain.
Hakikat Manusia
Manusia adalah makhluk ciptaan Tuhan Yang Maha Esa.
Manusia didudukkan sesuai dengan kodrat, harkat, martabat, hak, dan
kewajibannya.
- Kodrat
manusia
Kodrat manusia adalah keseluruhan
sifat-sifat sah, kemampuan atau bakatbakat alami yang melekat pada manusia,
yaitu manusia sebagai makhluk pribadi sekaligus makhluk sosial ciptaan Tuhan
Yang Maha Esa. Ditinjau dan kodratnya, kedudukan manusia secara pribadi antara
lain sesuai dengan sifat-sifat aslinya,
kemampuannya, dan bakat-bakat alami yang melekat padanya.
- Harkat
manusia
Harkat manusia artinya derajat
manusia. Harkat manusia adalah nilai manusia sebagai makhluk Tuhan Yang Maha
Esa.
- Martabat
manusia
Martabat manusia artinya harga diri
manusia. Martabat manusia adalah kedudukan manusia yang terhormat sebagai
makhluk ciptaan Tuhan Yang Maha Esa yang berakal budi sehingga manusia mendapat
tempat yang tinggi dibanding makhluk yang lain. Ditinjau dan martabatnya,
kedudukan manusia itu lebih tinggi dan lebth terhormat dibandingican dengan
makhluk lainnya.
- Hak
asasi manusia
Hak asasi manusia adalah hak dasar
yang dimihiki oleh setiap manusia sebagai anugerah dan Tuhan Yang Maha Esa,
seperti hak hidup, hak milik, dan hak kebebasan atau kemerdekaan.
- Kewajiban manusia
Kewajiban manusia artinya sesuatu
yang harus dikerjakan oleh manusia. Kewajiban manusia adalah keharusan untuk
melakukan sesuatu sebagai konsekwensi manusia sebagai makhluk individu yang
mempunyai hak-hak asasi. Ditinjau dan kewajibannya, manusia berkedudukan sama,
artinya tidak ada diskriminasi dalam melaksanakan kewajiban hidupnya
sehari-hari.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar