Artikel ini ditulis oleh: M. jarim, mahasiswa program studi Ilmu
Al-Qur’an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin, UNIDA Gontor 2020.
Sebagai suatu ilmu, Psikoterapi islam harus mempunyai metode, dan
dengan metode itulah fungsi dan tujuan dari esensi ilmu ini dapat tercapai
dengan baik, benar dan ilmiah. Artinya ilmu ini memberi manfaat bagi umat
manusia, dan ia benar karena berasal dan berakal dari kebenaran ilahiyah, serta
ilmiah, karena dapat dengan mudah difahami, diaplikasikan dan dialami oleh
siapa saja yang mengambil manfaat dan kebaikan dari ilmu ini.
Adapun
metode-metode yang dipakai oleh Psikoterapi Islam adalah:
1.
Metode
Keyakinan (Method of Tenacity)
Meode berdasarkan suatu keyakinan yang kuat yang dimiliki oleh
seorang peneliti . keyakinan itu dapat diraih melalui:
a. Ilmu Yaqin, yaitu suatu keyakinan yang
diperoleh berdasarkan ilmu secara teoritis.
b.
Ainul Yaqin, Yaitu suatu keyakinan yang diperoleh melalui pengamatan mata
kepala secara langsung tanpa perantara
c.
Haqqul Yaqin, yaitu suatu keyakinan yang diperoleh melalui, pengamatan dan
penghayatan pengalaman (empiris) artinya si peneliti sekaligus menjadi pelaku
dan peristiwa dari penenlitinya. Inilah keyakinan sesungguhnya.
d. Kamalul Yaqin, yaitu suatu keyakinan yang
sempurna dan lengkap, karena ia dibangun di atas keyakinan berdasarkan hasil
pengamatan dan penghayatan teoritis (Ilmu Yaqin), aplikatif („Ainul Yaqin) dan
empirik (Haqqul Yaqin).
2.
Metode otoritas (method of authority)
Yaitu suatu metode dengan menggunakan otoritas yang dimiliki oleh
seorang peneliti/psikoterapi, yaitu berdasarkan keahlian, kewibawaan dan
pengaruh positif. Atas dasar itulah seorang psikoterapis memiliki hak penuh
untuk melakukan tindakan secara tanggung jawab. Apabila seorang psikoterapis
memiliki otoritas yang tinggi, maka sangat membantu dalam mempercepat proses
penyembuhan terhadap suatu penyakit atau gangguan yang sedang diderita oleh
seseorang.
Apabila seseorang tidak memiliki otoritas,
yaitu wewenang dan keahlian untuk melakukan suatu tindakan dengan baik dan
benar, maka justru tindakannya akan mendatangkan bahaya dan kesengsaraan bagi
orang lain bahkan akhirnya merugikan dirinya sendiri.
3.
Metode
intuisi atau ilham (method of intuition)
Adalah metode berdasarkan ilham yang bersifat wahyu yang datangnya
dari Allah Ta‟ala. Metode ini sering dilakukan oleh para sufi dan orang-orang
yang dekat Allah Ta‟ala dan mereka memiliki pandangan batin yang tajam
(Bashirah), serta tersingkapnya alam keghaiban (mukasyafah).
Metode Tasawwuf (Method of sufism), adalah suatu metode peleburan
diri dari sifat-sifat, karakter-karakter dan perbuatanperbuatan yang menyimpang
dari kehendak dan tuntunan Ketuhanan. Metode ini dibagi 3, yakni:
1. Takhalli
Metode
pengosongan diri dari bekasan-bekasan kedurhakaan dan pengingkaran (dosa)
terhadap Allah Ta‟ala dengan jalan melakukan pertobatan yang sesungguhnya
(nasuha). Fase takhalli adalah fase pensucian mental, jiwa, akal fikiran,
qalbu, dan moral (akhlak) dengan sifat-sifat yang mulia dan terpuji.
2. Tahalli
Pengisian diri
dengan ibadah dan ketaaan, aplikasi tauhid dan akhlak yang terpuji dan mulia.
3. Tajalli
Makna tajalli dalam bahsa dapat
berarti tampak, terbuka, menampakkan atau menyatakan diri. Pada tingkat inilah
Allah Ta‟ala menampakkan dirinya seluas-luasnya kepada hamba-Nya yang
dikehendaki-Nya. Bukan hanya cahaya kebenaran hakiki, tetapi Dzat yang
memiliki, cahaya itulah yang tampak. Semua hijab yang lahir, batin dan Dia
telah terbuka lebar dan lebar sekali.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar