Senin, 21 Desember 2020

Metode Psikoterapi Islam



Artikel ini ditulis oleh: M. jarim, mahasiswa program studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin, UNIDA Gontor 2020.

Sebagai suatu ilmu, Psikoterapi islam harus mempunyai metode, dan dengan metode itulah fungsi dan tujuan dari esensi ilmu ini dapat tercapai dengan baik, benar dan ilmiah. Artinya ilmu ini memberi manfaat bagi umat manusia, dan ia benar karena berasal dan berakal dari kebenaran ilahiyah, serta ilmiah, karena dapat dengan mudah difahami, diaplikasikan dan dialami oleh siapa saja yang mengambil manfaat dan kebaikan dari ilmu ini.   
Adapun metode-metode yang dipakai oleh Psikoterapi Islam adalah:
1.      Metode Keyakinan (Method of Tenacity)
Meode berdasarkan suatu keyakinan yang kuat yang dimiliki oleh seorang peneliti . keyakinan itu dapat diraih melalui:
a. Ilmu Yaqin, yaitu suatu keyakinan yang diperoleh berdasarkan ilmu secara teoritis.
 b. Ainul Yaqin, Yaitu suatu keyakinan yang diperoleh melalui pengamatan mata kepala secara langsung tanpa perantara
 c. Haqqul Yaqin, yaitu suatu keyakinan yang diperoleh melalui, pengamatan dan penghayatan pengalaman (empiris) artinya si peneliti sekaligus menjadi pelaku dan peristiwa dari penenlitinya. Inilah keyakinan sesungguhnya.
d. Kamalul Yaqin, yaitu suatu keyakinan yang sempurna dan lengkap, karena ia dibangun di atas keyakinan berdasarkan hasil pengamatan dan penghayatan teoritis (Ilmu Yaqin), aplikatif („Ainul Yaqin) dan empirik (Haqqul Yaqin).

2.      Metode otoritas (method of authority)
Yaitu suatu metode dengan menggunakan otoritas yang dimiliki oleh seorang peneliti/psikoterapi, yaitu berdasarkan keahlian, kewibawaan dan pengaruh positif. Atas dasar itulah seorang psikoterapis memiliki hak penuh untuk melakukan tindakan secara tanggung jawab. Apabila seorang psikoterapis memiliki otoritas yang tinggi, maka sangat membantu dalam mempercepat proses penyembuhan terhadap suatu penyakit atau gangguan yang sedang diderita oleh seseorang.
Apabila seseorang tidak memiliki otoritas, yaitu wewenang dan keahlian untuk melakukan suatu tindakan dengan baik dan benar, maka justru tindakannya akan mendatangkan bahaya dan kesengsaraan bagi orang lain bahkan akhirnya merugikan dirinya sendiri.

3.      Metode intuisi atau ilham (method of intuition)
Adalah metode berdasarkan ilham yang bersifat wahyu yang datangnya dari Allah Ta‟ala. Metode ini sering dilakukan oleh para sufi dan orang-orang yang dekat Allah Ta‟ala dan mereka memiliki pandangan batin yang tajam (Bashirah), serta tersingkapnya alam keghaiban (mukasyafah).
Metode Tasawwuf (Method of sufism), adalah suatu metode peleburan diri dari sifat-sifat, karakter-karakter dan perbuatanperbuatan yang menyimpang dari kehendak dan tuntunan Ketuhanan. Metode ini dibagi 3, yakni:


1.      Takhalli
Metode pengosongan diri dari bekasan-bekasan kedurhakaan dan pengingkaran (dosa) terhadap Allah Ta‟ala dengan jalan melakukan pertobatan yang sesungguhnya (nasuha). Fase takhalli adalah fase pensucian mental, jiwa, akal fikiran, qalbu, dan moral (akhlak) dengan sifat-sifat yang mulia dan terpuji.

2.      Tahalli
Pengisian diri dengan ibadah dan ketaaan, aplikasi tauhid dan akhlak yang terpuji dan mulia.

3.      Tajalli
Makna tajalli dalam bahsa dapat berarti tampak, terbuka, menampakkan atau menyatakan diri. Pada tingkat inilah Allah Ta‟ala menampakkan dirinya seluas-luasnya kepada hamba-Nya yang dikehendaki-Nya. Bukan hanya cahaya kebenaran hakiki, tetapi Dzat yang memiliki, cahaya itulah yang tampak. Semua hijab yang lahir, batin dan Dia telah terbuka lebar dan lebar sekali.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

kitab tafsir al-Qurtuby

Contoh kitab Tafsir dan MetodologiPenulisannya Artikel ini ditulis oleh: M. jarim, mahasiswa program studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir, ...