Artikel ini ditulis oleh: M. jarim, mahasiswa program studi Ilmu
Al-Qur’an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin, UNIDA Gontor 2020.
Seseorang yang lanjut usia cenderung kaku
dalam cara berfikir, kurang mampu untuk segera menyesuaikan diri dengan ide-ide
baru, tampak adanya penurunan dalam kemampuan memahami informasi dan
membutuhkan waktu yang lebih lama untuk menangkap informasi dan semakin sedikit
yang dapat diingat setiap ada informasi yang diterima.
Kemudia pada usia lanjut ini, dari kebanyakan
mereka lebih banyak menghabiskan masa tuanya dalam kesendirian dan lebih banyak
mendekatkan diri kepada kegiatan keagamaan, karena banyak pengakuan dari mereka
bahwa timbul rasa takut kepada kematian dan ingat akhirat itu muncul pada usia
lanjut.
Nah dari alasan inilah peran bimbingan dan
konseling keagamaan sangat penting agar mereka yang lanjut usia mengingat
dengan mendekatkan diri kepada Allah SWT, agar kehidupan para lansia ini
menjadi lebih tenang dan bahagia sebelum kematian tiba.
Dan kemudian setelah kami tela’ah bahwasanya
bimbingan itu berasal dari kata guidence yang berarti pimpinan, arahan,
pedoman, dan petunjuk. Dan secara definisinya dikatakan bahwa bimbingan ialah
suatu proses pemberian bantuan secara terus menerus dan sistematis kepada
individu dalam memecahkan masalah yang dihadapinya, agara tercapai kemampuan
untuk memahami dirinya, menerima dirinya, merealisasikan dirinya sesuai dengan
potensi dan kemampuannya dalam mencapai penyesuaian diri dengan lingkungan,
baik keluarga, sekolah, maupun masyarakat.
Sedangkan konseling secara etimologi adalah
nasehat, anjuran, dan ajaran. Dengan demikian konseling diartikan sebagai
pemberian nasehat, pemberian anjuran dan pembicaraan dengan berukaran pikiran.
Secara terminologi konseling diartikan sebagai sebuah proses yang melibatkan
hubungan antar pribadi antara seorang terapis dengan satu klien atau lebih,
yang mana terapis menggunakan metode-metode psikologis atas dasar pengetahuan sistematik
tentang kepribadian manusia dalam upaya meningkatkan kesehatan klien.
Maka bimbingan dan konseling memiliki
keterkaitan satu sama lain, hal ini dikarenakan bimbingan dan konseling
merupakan suatu kesatuan yang integral. Konseling merupakan salah satu teknik
dan alat dalam pelayanan bimbingan. Pendapat lain yang mengatakan bahwa
bimbingan memusatkan diri pada pencegahan munculnya masalah, sedangkan
konseling memusatkan diri pada pencegahan masalah individu atau dapat dikatakan
bahwa bimbingan bersifat repventif sedangkan konseling bersifat kuratif
Setalah kami amati bahwa tujuan dan fungsi
bimbingan konseling dalam islam pada jurnal ini yaitu:
1.
mengahsilkan suatu perbuatan, perbaikan,
kesehatan, dan kebersihan jiwa dan mental.
2.
Menghasilkan suatu perubahan, perbaikan dan
kesopanan tingkah laku yang dapat memberikan manfaat baik pada diri sendiri,
lingkungan keluarga, lingkungan kerja, maupun lingkungan sosial dan dalam
sekitarnya.
3.
Mengahsilkan kecerdasan rasa (emosi) pada
individu sehingga muncul dan berkembang rasa toleransi.
4.
Menghasilkan kecerdasan spiritual pada diri
individu sehingga muncul dan berkembang rasa keinginan untuk berbuat taat
kepada tuhan.
5.
Mengahasilkan potensi ilahiyah, sehingga
dengan potensi itu individu dapat melakukan tugasnya sebagai khalifah dengan
baik dan benar.
6.
Mengembalikan pola fikir dan kebiasaan konseling
yang sesuai dengan petunjuk ajaran islam (bersumber pada Al-Qur’an dan
paradigma kenabian).
Kemudian ketika kami menganalisa dan mengamati jurnal ini
kami pun menemukan bagaimana cara atau metode bimbingan konseling dalam
islam yaitu berupa:
1. Metode al-hikmah sebuah pedoman, penuntun dan pembimbing untuk memberi
bantuan kepada individu yang sangat membutuhkan pertolongan dalam mendidik dan
mengembangkan eksistensi dirinya hingga ia dapat menemukan jati diri dan citra
dirinya serta dapat menyelesaikan atau mengatasi berbagai permasalahan hidup
secara sendiri.
2. Metode maudhoh hasanah, yakni teori bimbingan atau konseling dengan cara
mengambil pelajaran-pelajaran dari perjalanan kehidupan para nabi dan rosul.
3. Metode mujadalah, yaitu teori mujadalah ialah teori konseling yang terjadi
dimana seorang klien sedang dalam kebimbangan.
Dari banyak nya penjelasan yang ada di dalam
jurnal ini (Bimbingan dan Konseling Keagamaan Bagi Manusia Usia Lanjut Dalam
Islam) kami sebagai pengamat ingin lebih memfokuskan atau mengkrucutkan saja
hal hal yang terkait dalam tema jurnal ini agar tidak terlalu luas dan tidak
bertele tele.
Berdasarkan teori Robert H Thoules disebutkan
bahwa dengan penurunan kondisi tubuh, seperti berbagai kelemahan fungsi-fungsi
biologis, termasuk kemampuan akal. Sering dengan proses ini, maka muncul trauma
histori manusia sebagai mahkluk yang lemah. Trauma ini memperngaruhi sikap dan
rasa ketidakberdayaan pada manusia uisa lanjut. Kondisi uzur di usia tua
menyebabkan manusia usia lanjut senantiasa dibayang-bayngi oleh perasaan tidak
berdaya dalam menghadapi kematian dan rasa takut akan kematian ini semakin
meningkat pada masa usia tua (jalaluddin:1997). Untuk menghilangkan kecemasan
batin ini maka bimbingan dan penyuluhan sangat dibutuhkan oleh manusia usia
lanjut, maka prinsip dasar untuk membimbing usia lanjut adalah pendidikan.
Secara psikologis usia lanjut senang kalau diberi pendidikan agama karena
dengan pendidikan agama orang berusia lanjut lebih merasa tenang dibandingkan
seblumnya.
Maka bimbingan dan konseling keagamaan bagi manusia
usia lanjut dalam islam yang bisa kami jelaskan dengan sepemahaman kami dari
jurnal ini yaitu mengajak dengan sikap lemah lembut kepada mereka berusia
lanjut dan menganjurkan kepada mereka untuk melakukan yaitu:
1.
Mendidik mereka untuk Meningkatkan kualitas
ibadah kepada Allah SWT.
2.
Mendidik mereka Agar lebih mendekatkan pada
kegiatan-kegiatan sosial, banyak bersedekah, menyantuni anak-anak yatim (bagi
usia lanjut yang memiliki harta banyak sedangkan bagi orang lanjut usia yang
tidak mampu yaitu membantu kegiatan-kegiatan sosial di masyarakat).
3.
Mendidik mereka untuk Mengisi waktu purnanya
memperbanyak membaca Al-Qur’an.
4.
Mendidik mereka untuk Mengikuti kegitan
masjid.
5.
Mendidik mereka untuk memperbanyak amal sholeh
lain nya.
Dari proses pengamatan kami, Alhamdulillah dapat kami
simpulkan bahwa:
“Bimbingan dan Konseling Keagamaan bagi usia lanjut dalam
Islam adalah kegiatan yang sistematis dan terencana yang memberikan
pembimbingan dan konsultasi keagamaan yang lebih mendalam kepada proses
pemantapan, pertaubatan dan penyempurnaan amalan agama yang dilandasi oleh
kesadaran akan kehidupan setelah kematian, yakni kehidupan alam barzah dan alam
akhirat. Dan cara yang digunakan dalam bimbingan dan konseling keagamaan bagi
usia lanjut dalam islam adalah dengan cara Al-Hikmah, Al-Mauidhoh Hasanah,
dan Al-Mujahadah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar