Selasa, 01 Desember 2020

Dampak dari Tindakan Korupsi



Artikel ini ditulis oleh: M. jarim, mahasiswa program studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin, UNIDA Gontor 2020.

Jadi temen-temen kalo nanti alhamdulillah kita udah kaya, pesen aku jangan sampai korupsi yaa, kasian lo buat saudara kita yang dibawah yang kurang mampu, udah gak punya apa-apa terus nauzubillah kita sampai makan hak mereka ya allah jahat banget gitu kan. Jadi disini penulis ingin memaparkan sedikit tentang dampak dari KORUPSI. Semoga kita dijauhkan dari perbuatan yang dilarang ALLAH SWT. Aamiin.
Korupsi berdampak sangat buruk bagi kehidupan berbangsa dan bernegara karena telah terjadi kebusukan, ketidakjujuran, dan melukai rasa keadilan  masyarakat. Penyimpangan anggaran yang terjadi akibat korupsi  telah menurunkan kualitas pelayanan Negara kepada masyarakat. Pada tingkat makro, penyimpangan dana masyarakat ke dalam kantong pribadi telah menurunkan kemampuan Negara untuk memberikan hal-hal yang bermanfaat untuk masyarakat, seperti: pedidikan, perlindungan lingkungan, penelitian, dan pembangunan. Pada tingkat mikro, korupsi telah meningkatkan ketidakpastian adanya pelayanan yang baik dari pemerintahan kepada masyarakat[1]
Dampak korupsi yang lain berupa :
1.      Runtuhnya akhlaq, moral, integritas, dan religiusitas bangsa.
2.      Adanya efek buruk bagi perekonomian bangsa.
3.      Korupsi memberi kontribusi bagi matinya etos kerja masyarakat.
4.      Terjadinya eksploitasi sumberdaya alam oleh segelintir orang
5.      Memiliki dampak social dengan merosotnya human capital.
6.      Korupsi selalu membawa konsekuensi negative terhadap proses demokratisasi dan pembangunan, sebab korupsi telah mendelegetimasi dan mengurangi kepercayaan publik terhadap proses politik melalui money-politik. Korupsi juga telah mendistorsi pengambilan keputusan pada kebijakan public, tiadanya akuntabilitas public serta menafikan the rule of law. Di fasilitas umum bermutu rendah serta tidak sesuai dengan kebutuhan yang semestinya, sehingga menghambat pembangunan jangka panjang yang berkelanjutan[2]





[1] Nadiatus Salama, op.cit., h.25
[2]  Ibnu Santoso, membiru tikus-tikus otonom, penerbit Gava Media, Yogyakarta, Cet I, 2011, h.9

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

kitab tafsir al-Qurtuby

Contoh kitab Tafsir dan MetodologiPenulisannya Artikel ini ditulis oleh: M. jarim, mahasiswa program studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir, ...