Artikel ini ditulis oleh: M. jarim, mahasiswa program studi Ilmu
Al-Qur’an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin, UNIDA Gontor 2020.
Suarat kabar Jawa Pos.
Jawa Pos adalah surat kabar harian yang berpusat
di Surabaya, Jawa Timur. Jawa Pos merupakan salah satu perusahaan
media tertua di Jawa Timur yang masih beroperasi, dan merupakan surat
kabar dengan oplah terbesar di Indonesia dengan sirkulasi rata-rata
mencapai 842.000 per hari menurut Nielsen Consumer & Media View (CMV).[1]
Sejarah
Jawa Pos didirikan oleh The Chung Shen pada 1
Juli 1949 dengan nama Djava-Post. Saat itu The Chung
Shen hanyalah seorang pegawai bagian iklan sebuah bioskop di Surabaya.
Karena setiap hari dia harus memasang iklan bioskop di surat kabar, lama-lama
ia tertarik untuk membuat surat kabar sendiri.
Setelah sukses dengan Jawa Pos-nya, The Chung Shen mendirikan pula Koran berbahasa Mandarin Hwa
Chiao Sien Wen dan Belanda de Vrije Pers. Bisnis
The Chung Shen di bidang surat kabar tidak selamanya mulus. Pada akhir tahun
1970-an, omzet Jawa Pos mengalami kemerosotan yang tajam. Tahun 1982,
oplahnya hanya tinggal 6.800 eksemplar saja. Koran-korannya yang lain sudah
lebih dulu
pensiun. Ketika usianya menginjak 80 tahun, The Chung Shen akhirnya memutuskan
untuk menjual Jawa Pos. Dia merasa tidak mampu lagi mengurus perusahaannya,sementara tiga
orang anaknya lebih memilih tinggal di London, Inggris.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar