Metode Penafsiran
Artikel ini ditulis oleh: M. jarim, mahasiswa program studi Ilmu
Al-Qur’an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin, UNIDA Gontor 2020.
Metode penafsiran yang banyak
dilakukan oleh para mufassir adalah:
Pertama, Tafsir Bil Ma’tsur atau Bir-Riwayah
Metode penafsirannya terfokus
pada shohihul manqul (riwayat yang shohih) dengan menggunakan
penafsiran al-Qur’an dengan al-Qur’an, penafsiran al-Qur’an dengan sunnah,
penafsiran al-Qur’an dengan perkataan para sahabat dan penafsiran al-Qur’an
dengan perkataan para tabi’in. Yang mana sangat teliti dalam menafsirkan ayat
sesuai dengan riwayat yang ada. Dan penafsiran seperi inilah yang sangat ideal
yang patut dikembangkan. Beberapa contoh kitab tafsir yang menggunakan metode
ini adalah :
1. Tafsir At-Tobary ((جامع البيان في تأويل أى القران terbit 12 jilid
2. Tafsir Ibnu Katsir (تفسير القران العظيم ) dengan 4 jilid
3. Tafsir Al-Baghowy (معالم التنزيل )
4. Tafsir Imam As-Suyuty (الدر المنثور في التفسير بالمأثور ) terbit 6
jilid.
Kedua, Tafsir Bir-Ra’yi (Diroyah).
Metode ini dibagi menjadi dua
bagian, yaitu:
Ar-Ro’yu al Mahmudah (penafsiran dengan akal yang
diperbolehkan) dengan beberapa syarat diantaranya:
1)- Ijtihad yang dilakukan
tidak keluar dari nilai-nilai al-Qur’an dan as-sunnah
2)- Tidak berseberangan
penafsirannya dengan penafsiran bil ma’tsur, Seorang mufassir harus menguasai
ilmu-ilmu yang berkaitan dengan tafsir beserta perangkat-perangkatnya.
Beberapa contoh kitab tafsir
yang menggunakan metodologi ini diantaranya :
1. Tafsir Al-Qurtuby (الجامع
لأحكام القران )
2. Tafsir Al-Jalalain (تفسير
الجلالين)
3. Tafsir Al-Baidhowy (أنوارالتنزيل
و أسرار التأويل).
Ar-Ro’yu Al- mazmumah (penafsiran dengan akal yang dicela /
dilarang), karena bertumpu pada penafsiran makna dengan pemahamannya sendiri.
Dan istinbath (pegambilan hukum) hanya menggunakan
akal/logika semata yang tidak sesuai dengan nilai-nilali syariat Islam.
Kebanyakan metode ini digunakan oleh para ahli bid’ah yang sengaja menafsirkan
ayat al-Qur’an sesuai dengan keyakinannya untuk mengajak orang lain mengikuti
langkahnya. Juga banyak dilakukan oleh ahli tafsir priode sekarang ini.
Diantara contoh kitab tafsir yang menggunakan metode ini adalah:
1. Tafsir Zamakhsyary (الكشاف
عن حقائق التنزيل و عيون الأقاويل في وجوه التأويل )
2. Tafsir syiah “Dua belas” seperti (مرأة الأنوار و مشكاة الأسرار للمولي عبد اللطيف الكازاراني )
jugaمع البيان لعلوم القران لأبي الفضل الطبراسي
3. Tafsir As-Sufiyah dan Al-Bathiniyyah seperti
tafsir حقائف التفسير للسلمي و عرائس البيان في
حقائق القران لأبي محمد الشيرازي
Tidak ada komentar:
Posting Komentar