Sejarah tafsir dan perkembangannya (zaman
shohabat)
Artikel ini ditulis oleh: M. jarim, mahasiswa program studi Ilmu
Al-Qur’an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin, UNIDA Gontor 2020.
Tafsir
Pada Zaman Shohabat
Adapun metode sahabat dalam menafsirkan al-Qur’an adalah;
Menafsirkan Al-Qur’an dengan Al-Qur’an, menafsirkan Al-Qur’an dengan sunnah
Rasulullah, atau dengan kemampuan bahasa, adat apa yang mereka dengar dari Ahli
kitab (Yahudi dan Nasroni) yang masuk Islam dan telah bagus keislamannya.
Diantara
tokoh mufassir pada masa ini adalah: Khulafaurrasyidin (Abu Bakar, Umar,
Utsman, Ali), Abdullah bin Abbas, Abdullah bin Mas’ud, Ubay bin Ka’ab, Zaid bin
Tsabit, Abdullah bin Zubair dan Aisyah. Namun yang paling banyak menafsirkan
dari mereka adalah Ali bin Abi Tholib, Abdullah bin Mas’ud dan Abdullah bin
Abbas yang mendapatkan do’a dari Rasulullah.
Penafsiran shahabat yang
didapatkan dari Rasulullah kedudukannya sama dengan hadist marfu’. Atau paling kurang
adalah Mauquf.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar