Kamis, 09 Januari 2020

I'jaz Al-Qur'an



Artikel ini ditulis oleh: M. jarim, mahasiswa program studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin, UNIDA Gontor 2019.

Sebagai kitab samawi terakhir, isi yang terkandung dalam Al-Qur’an sangatlah fenomenal, karena didalamnya sarat nilai-nilai yang unik, penik, dan rumit sekaligus luar biasa. Hal ini disebabkan oleh eksistensinya yang tidak hanya sebagai ajaran keagamaan saja, melaikan ajaran kehidupan yang mencakup totalitas tata nilai semenjak hulu peradaban umat manusia hingga hilirnya.
Di antara niali-nilai tersebut adalah pada aspek kebahasaannya, isyarat-isyarat ilmiah, kisah dan muatan hukum yang terkandung didalamnya. Meskepikun demekian, seiring dengan waktu dan kemajuan intelektualitas manusia yang diikuti dengan perkembangan ilmu pengetahuan modern, sedikit demi sedikit nilai-nilai tersebut dapat terkuak dan berpengaruh terhadap kesadaran manusia akan keterbatasan dirinya, sebaliknya mengokohkan posisi Al-Qur’an sebagai kalam Allah yang Agung yang berfungsi sebagai petunjuk dan bukti terhadap kebenaran risalah yang dibawa nabi Muhammad Saw. Serentetan nilai Al-Qur’an yang unik, pelik, rumit, sekaligus luar biasa hingga dapat menundukkan manusia dengan segala potensinya itulah yang lazimnya disebut dengan “Mu’jizat”.

A.Pengertian I’jaz Al-Qur’an
Secara etimologis, kata mu’jizat itu sendiri merupakan bentuk dari lafal I’jaz yang berarti melemahkan. Jadi, I’jaz dapat kita artikan kemu’jizatan, atau hal yang melemahkan, yang menjadikan sesuatu atau pihak lain menjadi tak berdaya. Sesuatu dikatakan mu’jizat, karena manusia sangat lah untuk mendatangkan yang serupa dengannya sebagai bandingan atau tandingannya. Jadi, yang dimkasud dengan I’jaz Al-Qur’an adalah pengokohan Al-Qur’an sebagai sesuatu yang dapat melemahakan berbagai tantangan untuk menciptakan yang serupa. Dengan pengertian ini, maka yang dimaksud kemu’jizatan Al-Qur’an bukan berarti melemahkan manusia dalam pengertian melemahkan yang sebenarnya. Melemahkan disini berarti melemahkan manusia untuk mendatangkan sesuatu yang sejenis dengan Al-Qur’an.

B. Aspek-aspek keI’Jazan Al-Qur’an
Dari beberapa pendapat yang muncul dapat disimpulkan bahwa keI’jazan Al-Qur’an dapat dilihat dari tiga hal, yaitu keindahan dan ketelitian bahasanya, informasi-informasi ghoibnya dan isyarat-isyarat ke ilmuannya.
1.      I’jaz Al-Qur’an dari Aspek kebahasaan dan kesastraan
Harus kita akui bahwa bagi bangsa Indonesia sangatlah sulit untuk bisa menghayati keindahan dan ketelitian bahasa Al-Qur’an, padalah justru kei’jazan Al-Qur’an terletak pada keindahan dan ketelitian bahasanya, selain dari isi dan ilustrasi-ilustrasi dan sebagainya.

2.      Kemu’jizatan dari segi pemberitaan
Adanya berita-berita ghaib dalam Al-Qur’an menunjukkan bahwa kita suci Al-Qur’an betul-betul wahyu dari Allah Swt. Sebab, berita-berita ghaib yang menceritakan hal-hal yang telah terjadi ratusan tahun yang lalu dan itu tidak mungkin diketahui oleh Nabi, apalagi bisa menceritakannya, kalau bukan wahyu dari Allah Swt semata, baik berita-berita ghaib dari masa lalu maupun hal-hal ghaib masa kini dan masa yang akan datang.

3.      Kemu’jizatan dari segi isyarat-isyarat keilmuan (sains)
Disamping memiliki kei’jazan dalam segi bahasa dan pemberitaan hal-hal yang ghaibnya, Al-Qur’an juga telah memperlihatkan keistimewaan-keistimewaannya melalui ilustrasi ajaran-ajarannya yang mengarah kepada pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.




Refrensi Artikel :
1.      Ulumul Qur’an untuk memahami wahyu, karya Dr. Acep Hwemawan, M. Ag.
2.      Ulumul Qur’an dan pengenalan Metodologi Tafsir, karya Drs. Supiana, M. Ag. Dkk

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

kitab tafsir al-Qurtuby

Contoh kitab Tafsir dan MetodologiPenulisannya Artikel ini ditulis oleh: M. jarim, mahasiswa program studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir, ...