Artikel ini ditulis oleh: M. jarim, mahasiswa program studi Ilmu
Al-Qur’an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin, UNIDA Gontor 2019.
Sebagai kitab samawi terakhir, isi yang terkandung dalam Al-Qur’an
sangatlah fenomenal, karena didalamnya sarat nilai-nilai yang unik, penik, dan rumit
sekaligus luar biasa. Hal ini disebabkan oleh eksistensinya yang tidak hanya
sebagai ajaran keagamaan saja, melaikan ajaran kehidupan yang mencakup
totalitas tata nilai semenjak hulu peradaban umat manusia hingga hilirnya.
Di antara niali-nilai tersebut adalah pada aspek kebahasaannya,
isyarat-isyarat ilmiah, kisah dan muatan hukum yang terkandung didalamnya. Meskepikun
demekian, seiring dengan waktu dan kemajuan intelektualitas manusia yang
diikuti dengan perkembangan ilmu pengetahuan modern, sedikit demi sedikit
nilai-nilai tersebut dapat terkuak dan berpengaruh terhadap kesadaran manusia
akan keterbatasan dirinya, sebaliknya mengokohkan posisi Al-Qur’an sebagai
kalam Allah yang Agung yang berfungsi sebagai petunjuk dan bukti terhadap
kebenaran risalah yang dibawa nabi Muhammad Saw. Serentetan nilai Al-Qur’an
yang unik, pelik, rumit, sekaligus luar biasa hingga dapat menundukkan manusia
dengan segala potensinya itulah yang lazimnya disebut dengan “Mu’jizat”.
A.Pengertian
I’jaz Al-Qur’an
Secara etimologis, kata mu’jizat itu sendiri merupakan bentuk dari
lafal I’jaz yang berarti melemahkan. Jadi, I’jaz dapat kita artikan
kemu’jizatan, atau hal yang melemahkan, yang menjadikan sesuatu atau pihak lain
menjadi tak berdaya. Sesuatu dikatakan mu’jizat, karena manusia sangat lah
untuk mendatangkan yang serupa dengannya sebagai bandingan atau tandingannya. Jadi,
yang dimkasud dengan I’jaz Al-Qur’an adalah pengokohan Al-Qur’an sebagai
sesuatu yang dapat melemahakan berbagai tantangan untuk menciptakan yang
serupa. Dengan pengertian ini, maka yang dimaksud kemu’jizatan Al-Qur’an bukan
berarti melemahkan manusia dalam pengertian melemahkan yang sebenarnya.
Melemahkan disini berarti melemahkan manusia untuk mendatangkan sesuatu yang
sejenis dengan Al-Qur’an.
B.
Aspek-aspek keI’Jazan Al-Qur’an
Dari beberapa pendapat yang muncul dapat disimpulkan bahwa keI’jazan
Al-Qur’an dapat dilihat dari tiga hal, yaitu keindahan dan ketelitian
bahasanya, informasi-informasi ghoibnya dan isyarat-isyarat ke ilmuannya.
1.
I’jaz
Al-Qur’an dari Aspek kebahasaan dan kesastraan
Harus kita akui bahwa bagi bangsa Indonesia sangatlah sulit untuk
bisa menghayati keindahan dan ketelitian bahasa Al-Qur’an, padalah justru
kei’jazan Al-Qur’an terletak pada keindahan dan ketelitian bahasanya, selain
dari isi dan ilustrasi-ilustrasi dan sebagainya.
2.
Kemu’jizatan
dari segi pemberitaan
Adanya berita-berita ghaib dalam Al-Qur’an menunjukkan bahwa kita
suci Al-Qur’an betul-betul wahyu dari Allah Swt. Sebab, berita-berita ghaib
yang menceritakan hal-hal yang telah terjadi ratusan tahun yang lalu dan itu
tidak mungkin diketahui oleh Nabi, apalagi bisa menceritakannya, kalau bukan
wahyu dari Allah Swt semata, baik berita-berita ghaib dari masa lalu maupun
hal-hal ghaib masa kini dan masa yang akan datang.
3.
Kemu’jizatan
dari segi isyarat-isyarat keilmuan (sains)
Disamping memiliki kei’jazan dalam segi bahasa dan pemberitaan
hal-hal yang ghaibnya, Al-Qur’an juga telah memperlihatkan
keistimewaan-keistimewaannya melalui ilustrasi ajaran-ajarannya yang mengarah
kepada pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Refrensi Artikel :
1.
Ulumul
Qur’an untuk memahami wahyu, karya Dr. Acep Hwemawan, M. Ag.
2.
Ulumul
Qur’an dan pengenalan Metodologi Tafsir, karya Drs. Supiana, M. Ag. Dkk
Tidak ada komentar:
Posting Komentar