Artikel ini ditulis oleh: M. jarim, mahasiswa program studi Ilmu
Al-Qur’an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin, UNIDA Gontor 2020.
Nama
Kitab : جامع البيان في تفسير أي القران atau yang lebih dikenal dengan
tafsir al-Tabary.
Pengarangnya
: Abu Ja’far Muhammad bin Jarir
At-Thobary (224 – 310 H)
Jumlah
jilid : 12 jilid besar.
Keistimewaannya
: Tafsir ini merupakan
referensi bagi para mufassirin terutama penafsiran
binnaqli/biiriwayah. Tafsir bil aqli karena istinbath hukum, penjabaran
berbagai pendapat dengan dan mengupasnya secara detail disertai analisa yang
tajam. Ia merupakan tafsir tertua dan terbagus.
Metodologi Penulisannya:
Penulis menafsirkan ayat
al-Qur’an dengan jelas dan ringkas dengan menukil pendapat para sahabat dan
tabi’in disertai sanadnya. Jikalau dalam ayat tersebut ada dua pendapat atau
lebih, di sebutkan satu persatu dengan dalil dan riwayat dari sahabat maupun
tabi’in yang mendukung dari tiap-tiap pendapat kemudian mentarjih (memilih) diantara pendapat tersebut yang lebih kuat dari segi
dalilnya. Beliau juga mengii’rob (menyebut harakat akhir), mengistimbat hukum jikalau ayat tersebut berkaitan dengan
masalah hukum. Ad-Dawudy dalam bukunya “Thobaqah al-Mufassirin“ mengomentari metode ini dengan ungkapannya:“ Ibnu jarir telah
menyempurnakan tafsirnya dengan menjabarkan tentang hukum-hukum, nasih wal
mansuh, menerangkan mufrodat (kata-kata) sekaligus maknanya, menyebutkan
perbedaaan ulama’ tafsir dalam masalah hukum dan tafsir kemudian memilih
diantara pendapat yang terkuat, mengi’rob kata-kata, mengkonter pendapat
orang-orang sesat, menulis kisah ,berita dan kejadian hari kiamat dan
lain-lainnya yang terkandung didalamnya penuh dengan hikmah dan keajaiban tak
terkira kata demi kata, ayat demi ayat dari isti’adzah sampai abi jad (akhir ayat).
Bahkan jikalau seorang ulama’ mengaku mengarang sepuluh kitab yang diambil dari
tafsir ini, dan setiap kitab mengandung satu disiplin keilmuan dengan keajaiban
yang mengagungkan akan diakuinya (karangan tersebut).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar