Sejarah tafsir dan perkembangannya (zaman Tabi’in)
Artikel ini ditulis oleh: M. jarim, mahasiswa program studi Ilmu
Al-Qur’an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin, UNIDA Gontor 2020.
Metode penafsiran yang
digunakan pada masa ini tidak jauh berbeda dengan masa sahabat, karena para
tabi’in mengambil tafsir dari mereka. Dalam periode ini muncul beberapa
madrasah untuk kajian ilmu tafsir diantaranya:
1)- Madrasah Makkah atau
Madrasah Ibnu Abbas yang melahirkan mufassir terkenal seperti Mujahid bin
Jubair, Said bin Jubair, Ikrimah Maula ibnu Abbas, Towus Al-Yamany dan ‘Atho’
bin Abi Robah.
2)- Madrasah Madinah atau
Madrasah Ubay bin Ka’ab, yang menghasilkan pakar tafsir seperti Zaid bin Aslam,
Abul ‘Aliyah dan Muhammad bin Ka’ab Al-Qurodli. Dan 3)- Madrasah Iraq atau
Madrasah Ibnu Mas’ud, diantara murid-muridnya yang terkenal adalah Al-Qomah bin
Qois, Hasan Al-Basry dan Qotadah bin Di’amah As-Sadusy.
Tafsir yang disepakati oleh
para tabiin bisa menjadi hujjah, sebaliknya bila terjadi perbedaan diantara
mereka maka satu pendapat tidak bisa dijadikan dalil atas pendapat yang
lainnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar